Beberapa Penyebab Bangkrut UKM Kuliner

Beberapa Penyebab Bangkrut UKM Kuliner

BERDESA.COM – Usaha kuliner adalah salahsatu usaha yang paling dimimati pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM). Peluang usaha ini bahkan disebut-sebut usaha yang tidak pernah mati. Tapi seempuk apapun peluang dan sebesar apapun pasar jika tidak dijalankan dengan baik usaha yang paling moncer pun bakal berakhir. Apa saja kesalahan umum yang membuat UKM kuliner bangkrut?

Pertama, pelaku UKM seringkali gampang puas sehingga kehilangan fokus. Ketika usahanya mulai menanjak menuju sukses karena terus meningkatnya pendapatan, si pengusaha keburu merasa puas lalu berpikir untuk memulai usaha yang lain. Karena harus memikirkan usaha barunya si pengusaha ini kehilangan fokus pada usaha kulinernya. Alhasil usaha yang menanjak itu terus memburuk dan akhirnya ambruk.

Kedua, perilaku konsumif alias tidak bisa mengontrol pengeluaran. Merasa usahanya melesat bak meteor si pengusaha menjadi gila belanja. Pendapatan yang seharusnya digunakan sebagai modal memutar usaha malah digunakan untuk kepentingan lain demi kepuasan diri. Gampang ditebak, dalam waktu cepat keringlah cash flow maka dengan cepat usaha yang mulai hebat itu tamat.

Ketiga, tidak mau membagi kepemilikan. Satu penyakit yang sering menjalari pikiran para pengusaha adalah tidak mau berbagi kepemilikan karena tidak mau keuntungan terbagi ke tangan orang lain. Selain kawatir rejekinya berkurang bisa juga karena terlalu kawatir usahanya bakal rusak kalau melibatkan orang. Padahal sebaliknya, membagi kepemilikan membuat peluang perkembangan usaha semakin besar dan tambahan modal juga lebih mudah. Karena tidak mau berbagi, alih-alih usahanya membesar, malah makin surut dan akhirnya bubar.

Keempat, berhenti inovasi. Merasa usahanya mulai meraksasa si pengusaha berpikir tidak perlu lagi menciptakan inovasi karena hakul yakin para pelanggannya tidak akan meninggalkan warungnya. Pemikiran seperti ini benar-benar berbahaya bagi usaha karena usaha apapun, UKM apapun haruslah selalu berinovasi. Jika inovasi berhenti maka yang terjadi sudah pasti, usaha itupun tak akan bisa jalan lagi alias tutup.

Kelima,sebagian pengusaha kuliner berangkat dari kesukaannya akan jenis makanan tertentu untuk dijadikan menu andalan. Karena terlalu ngotot si pengusaha lupa bahwa selera makan orang berbeda-beda dan produk yang berdasar kesukaan si pengusaha ternyata tidak disukai calon konsumennya alias produk yang tidak menjual.

Keenam, kurang profesional menjalankan usaha. Salahsatu kelemahan para pelaku UKM adalah menganggap profeionalisme bukan hal yang penting. Padahal justru di sinilah kunci keberhasilan mengelola usaha. Kontrol terhadap kinerja karyawan, membangun pola hubungan yang baik dengan karyawan, menjaga kualitas produk, ketersediaan produk, manajemen keuangan dan memberi pelayanan terbaik adalah hal yang tidak boleh lepas dari hari ke hari. Jangan sampai usaha yang sudah mulai membesar harus berakhir karena masalah-masalah tadi.(dji-1/dari berbagai sumber)

foto : www.penabiru.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*