Baru 10 Persen Desa Siap Belanjakan Dana Desa

0
1376

BERDESA.COM – Dana desa yang kini jumlahnya bisa mencapai Rp. 2,3 -3 Milyar membuat banyak pihak ketar-ketir. Salahsatunya tentu saja Menteri Keuangan RI Sri Mulyani Indrawati. Besarnya jumlah dana, kata Sri Mulyani, membuat banyak desa belum siap bagaimana mengelola dana.

Penyataan itu disampaikan Sri Mulyani di Kompleks Kepresidenan, baru-baru ini.” Mereka tadinya hanya mendapatkan sekitar Rp. 500 juta, tiba-tiba kini mendapatkan Rp. 800 – 2,3 milyar dalam bentuk cash,” katanya. Tahun 2017, alokasi dana desa mencapai Rp. 60 Trilyun dan bakal meningkat pada 2018. Sri Mulyani menyebutkan, dari 74 ribu lebih desa di seluruh Indonesia yang menerima dana desa, tak lebih dari 10 persen saja yang sudah siap memanfaatkan dana desa.

Yang pasti, lanjut Sri Mulyani, penggunaan dana desa harus melibatkan warga desa dan transparan sehingga seluruh warga desa memahami peruntukan dana desanya. Termasuk misalnya mau mendirikan BUMDes. Harus jelas dulu apa yang mau dikerjakan, siapa yang mengerjakan dan sebagainya. Soalnya, BUMDes dalah lembaga usaha yang memiliki tata aturan bisnis yang modal usahanya harus mengembang.

Baca Juga  4 Prinsip Pembangunan Pariwisata Desa Berkelanjutan

Untuk memastikan peruntukan dana desa sesuai regulasi dan kepentingan ekonomi msyarakat desa, Kemedesa sudah membentuk pasukan bernama Pasukan Satgas Dana Desa yang bakal memonitor, mengawasi dan siap menyeret pelaku penyalahgunaan dana desa ke meja pengadilan.

Presiden Joko Widodo juga sudah wanti-wanti sejak beberapa hari sebelumnya agar dana desa sepenuhnya menciptakan manfaat ekonomi bagi warg desa. Jokowi menegaskan, desa tidak boleh menggunakan orang kota utntuk menjalankan programnya.

Presiden menginginkan, sebisa mungkin segala kebutuhan harus dipenuhi desa itu sendiri mulai tenaga kerja yang bekerja, dikerjakan di desa dan sebisa mungkin menggunakan bahan yang ada di desa. “ Sehingga pemanfaata dana desa akan menciptakan putaran uang atau modal pada lingkungan yang desa. Kecamatan dan kabupaten. Jangan sampai dana mengalir kembali ke Jakarta,” kata Jokowi pada serombngan wartawan. Dengan demikian uang di desa akan berputar-putar di desa menciptakan kesejahteraan.

Hanya saja masalahnya adalah, adakah desa memiliki sumber daya untuk itu. Soalnya, memenuhi sendiri segala kebutuhan seperti itu butuh ketersediaan sumber daya manusia yang mumpuni dan sebagainya. Maka desa harus sebisa mungkin menggenjot kualitas SDM dan menyusun program yang sesuai kebutuhan dan kemampuan sebagai prioritasnya.

Baca Juga  Dua Desa di Probolinggo Bakal Jadi Percontohan Nasional Dana Desa

Untuk memastikan kondisi lapangan desa-desa, beberapa saat lalu Menteri Keuangan mendatangi beberapa desa termasuk desa-desa di Yogyakarta, Klaten dan lainnya. Langkah mengawal desa ini bakal terus dilakukan terutama setelah dana turun tahun ini.(aryadji/berdesa)

Foto:bank dunia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here