Banyaknya Keuntungan Minimarket Sebagai Unit Usaha BUMDes

Banyaknya Keuntungan Minimarket Sebagai Unit Usaha BUMDes

BERDESA.COM – Sadarkah Anda, dari bangun tidur hingga tidur lagi kita menjadi bulan-bulanan beragam produk. Nggak percaya? Mulai dari sikat gigi berikut pasta gigi, sabun juga shampo, pemutih muka, lotion, parfume. Belum lagi pakaian, makanan dan beragam barang fashion yang melekat pada tubuh kita. Belum lagi sabun mandi, minyak goreng, acara makan di restoran dan beragam acara hiburan. Akibatnya, jika tidak hati-hati, penghasilan kita dalam sebulan hanya cukup untuk seminggu saja.

Jika demikian kenapa kita tidak berusaha mencukupi kebutuhan kita sendiri sehingga duit kita tidak perlu masuk kantung para juragan pemilik jaringan minimarket, jaringan restoran, pabrik makanan dan sebagainya. Kenapa tidak, sabun mandi diproduksi warga desa kita sendiri, minyak goreng diproduksi Desa A, shampo dibuat kelompok ibu-ibu di Desa B dan aneka jenis makanan kecil dengan kemasan cantik diproduksi UKM di desa-desa kita juga. Tapi bagaimana caranya?

Pertama, harus dibangun gerakan kesadaran untuk memilih menggunakan produk lokal, buatan warga kita sendiri sebisa mungkin. Ini tidak mudah karena sebagian besar dari kita sudah terlanjur termakan iklan media massa sehingga tak mudah pindah ke lain hati dari merk-merk yang sudah mereka yakini. Misalnya, mengajak orang untuk menggunakan shampo buatan UMKM kepada kelomok perempuan muda yang terlanjur fanatik dengan merk shampo tertentu. Ini juga berlaku bagi produk lainnya.

Maka gerakan kesadaran ini juga harus diikuti para produsen menciptakan produk yang lebih unggul ketimbang produk pabrikan. Kualitas itu bisa diukur dengan standar yang telah ditentukan pemerintah. Sebenarnya produk UMKM lebih bisa teruji kualitasnya karena Anda bisa langsung melihat bagaimana proses pembuatan sebuah produk. Maka sebenarnya, fanatisme kita pada produk tertentu seperti sabun dan shampo yang diproduksi pabrik adalah tindakan yang sangat riskan karena kita bahkan tidak pernah tahu bagaimana sebenarnya produk itu dibuat. Apakah Anda tahu bagaimana proses pembatan shampo yang Anda gunakan setiap hari. Pernah pulakah Anda melihat langsung bagaimana produk saus sambal yang Anda konsumsi selama ini?

BUMDesa adalah lembaga yang memiliki kekuatan sebagai kekuatan membangun kesadaran seperti ini. Anak muda adalah motor-motor yang menggerakkan kesadaran pentingnya menggunakan produk lokal sebagai pola hidup sehat yang baru.

Agar lebih masif alias lebih bertenaga, BUMDes bisa membangun Minimarket sebagai unit usaha BUMDES yang menjual produk-produk lokal ini. Tidak semua produknya mesti buatan lokal tentu, soalnya belum semua kebutuhan hidup sehari-hari bisa kita produksi sendiri. Tetapi berbagai kebutuhan dasar seperti makanan kecil, minuman mineral dan aneka minuman tradisional yang sudah diolah sehingga awet bertahan berhari-hari adalah beberapa item produk yang harus dipajang di toko ini.

Bakal menjadi kekuatan besar jika toko desa ini berjejaring satu sama lain sehingga bisa saling bertukar produk. Contohnya, warga Turi Sleman yang menjadi pusat salak di Yogyakarta menjual beragam produk turunan dari salak seperti manisan salak, dodol salak, keripik salak dan sebagainya ke toko-toko desa di daerah dekat pantai. Soalnya, daerah dekat pantai hampir pasti jarang ada salak dan sebaliknya, makanan khas Bantul di jual di Sleman dan seterusnya.

Sementara itu BUMDes, perangkat desa, kelompok pemuda dan berbagai kalangan terus melakukan promosi mengenai pentingnya menkonsumsi produk buatan tetangga sendiri. Gerakan seperti ini sudah sangat umum di Jepang, Korea dan berbagai negara di Eropa. Meski produk lokal lebih mhal harganya tetapi warga Jepang akan memilih produk asli negerinya ketimbang produk negara lain bahkan meski produknya sendiri lebih mahal.

Bayangkan jika desa-desa satu kecamatan saling terhubung dan saling menjualkan produk antar-desa. Apalagi jika satu kabupaten, satu provinsi dan nasional. Hampir pasti kita bakal menjadi negara kaya-raya karena uang kita tidak akan kemana-mana melainkan masuk ke kantong tetangga. Minimarket Sebagai Unit Usaha BUMDes Kenapa tidak? (aryadji/berdesa.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*