Di Bali, BUMDes Buka Layanan Pembayaran Pajak Kendaraan

Di Bali, BUMDes Buka Layanan Pembayaran Pajak Kendaraan

BERDESA.COMBadan Usaha Milik Desa (BUMDes) mulai menunjukkan kemampuannya di berbagai desa. Di Bali, BUMDes membantu masyarakat desa membayar pajak motor. Selain melayani pembayaran pajak motor bekerjasama dengan Dinas Pendapatan setempat, BUMDes juga siap menalangi warga yang belum punya uang untuk membayar, selanjutnya warga tinggal membayar ke BUMDes secara berangsur alias nyicil.

Kepala Dinas Pendapatan Provinsi Bali I Made Santa menjelaskan, pelayanan ini membuat para pembayar pajak menjadi bisa membayar kewajibannya tepat waktu dengan cara yang lebih mudah. Program ini juga sekaligus membangun kesadaran masyarakat mengenai pentingnya membayar pajak mengingat pajak kendaraan sebesar 90 persen baik itu pajak perpanjangan STNK dan biaya balik nama kendaraan bermotor adalah penyumbang paling besar PAD Provinsi Bali sehingga sistem terintegrasinya samsat harus terus dikembangkan.

Dengan cara ini sekarang warga desa tidak perlu menghabiskan waktu seharian yang membuat mereka kehilangan waktu produktifnya. Warga tinggal datang ke loket yang dibuka BUMDes dan menyelesaikan kewajibannya dengan cepat. Jika harus ditalangi BUMDes, maka warga tinggal membuat kesepakatan saja mengenai besaran cicilan yang harus mereka bayarkan. Selain urusan pajak kelar, BUMDes juga memperoleh pendapatan dari jasa yang dijalankan.

Pada tahap awal, ada tiga BUMDes di tiga kecamatan di Kabupaten Jembrana yang membuka layanan ini. Beberapa kecamatan layanan di buka di beberapa desa. Tiga kecamatan itu yakni Kecamatan Pekutatan di Desa Medewi dan Pulukan, Kecamatan Mendoyo yaitu Desa Yeh Sumbul Dan Yeh embang Kangin, serta di Kecamatan Melaya yaitu Desa Nusa Sari, Eka sari, Melaya, Tuwed Dan Candikusuma.

Desa-desa ini dipilih membuka program ini melalui BUMDes-nya karena lokasi desa-desa itu memiliki jarak yang jauh dari Kantor Samsat serta telah menyatakan kesiapanya dalam menjalankan program BUMDes Bersamsat. Alhasil, warga di desa-desa itu tak perlu menempuh jarak yang cukup jauh untuk membayar pajak. Beberapa desa ini bahkan berjarak sekitar 30 kilometer dari Kantor Samsat.

Kepala Desa Medewi Komang Suartika mengungkapkan, jarak tempuh yang begitu jauh membuat sebagian warganya belum membayar pajak motor dengan tepat waktu. Sehingga kepala desa sangat menyambut baik dimulainya program ini. Komang Suartika yakin program yang melibatkan BUMDes ini tak membantu warga desa membayar pajak tepat waktu tetapi juga memudahkan karena warga tak harus pusing lagi misalnya belum punya uang ketika tenggat pembayaran datang.(aryadji/berdesa)

foto:dispenda.baliprov.go.id

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*