Bakmi Mbah Mo, Bakmi Legendaris

0
148
Bakmi Mbah Mo Bantul
Bakmi Legendaris dari Jogja dengan metode pemasaran yaitu tanpa pemasaran

Dunia kuliner Yogyakarta tidak asing dengan nama Bakmi Mbah Mo. Meski lokasinya terpencil, tepatnya di Desa Code, Bantul. Tapi jangan salah, pembelinya tetap saja antre. Bakmi Mbah Mo seakan tak pernah sepi pembeli. Sebagian besar tamu datang dari Kota Yogya, dengan menggunakan mobil atau bahkan taksi.

Dirintis sejak tahun 1986 oleh Atemo Wiyono alias Mbah Mo (kini sudah almarhum), warung bakmi ini kini dikelola oleh Mbah Yatin, Istri Mbah Mo, yang juga biasa dipanggil dengan sebutan sama, Mbah Mo. Lokasi warung Mbah Mo memang di pelosok. Tepatnya di Desa Code, Trirenggo, Bantul. Dari arah Yogyakarta pilih Jalan Bantul menuju Samas. Begitu sampai di pertigaan lampu merah Masjid Agung Bantul, langsung belok kiri, menyusuri Dusun Gose yang jalannya cukup panjang. Ciri lokasinya, di kanan kiri jalan masih sawah.

Kemudian cari lagi jalan yang menuju Desa Code, Trirenggo. Sampai di sini Anda akan mendapati beberapa papan petunjuk bertuliskan Bakmi Mbah Mo (dengan sponsor produsen rokok). Kalau masih juga bingung, tanya saja orang yang Anda temui di jalan.

Baca Juga  Peran Pemkab dalam Pendirian Pasar Desa

Di warung, Mbah Mo dibantu oleh tiga anak dan menantunya. Kadang kita harus mengantri lama karena bakmi di sini di masak satu-satu dengan tungku arang. Tidak bisa borongan. Tungkunya hanya ada dua. Memasaknya pun memakai falsafah jawa: alon-alon waton mateng (biar lambat, asal matang). Jadi kalau Anda datang ke sini, pastikan tidak sedang lapar berat atau diburu waktu.

Jika dilihat dari tampilannya, Bakmi Mbah Mo biasa saja, tidak mengundang selera. Warnanya pucat pasi. Tetapi cerita menjadi lain saat kita menyeruput kuah bakmi nyemek­-nya. Sruput, sruput, sruput, gurihnya menyegarkan! Pokoknya, begitu kita menyantap bakminya, rasa lelah akibat nyetir dan antre yang terlalu lama akan lenyap seketika.

Meski bahannya itu-itu saja, cita rasa bakmi godok Mbah Mo ini bisa dibilang luar biasa. Apalagi disantap panas-panas. Kuahnya yang gurih tidak bikin enek. Kuah kentalnya berasal dari kaldu rebusan babon ayam kampung dicampur kocokan telur bebek.

Warung ini menyediakan meja dan lincak (kursi panjang dari bambu) yang dapat menampung 70-an orang. Kisaran harga sepiring bakmi dengan aneka variannya rata-rata antara Rp15.000- sampai Rp30.000,-. Buat yang tidak suka bakmi godok, tersedia juga bakmi goreng atau bakmi nyemek. Sekali menyantap bakmi Mbah Mo, dijamin ketagihan.

Baca Juga  Membatik Kayu di Desa Wisata Krebet

Baca juga : Warung Soto Mbak Jam yang Bakal SUlit Dilupa

BUMDesa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here