Baby Cafe, Menjual Makanan Desa Bergizi Tinggi

Baby Cafe, Menjual Makanan Desa Bergizi Tinggi

BERDESA.COM – Siapa bilang hanya orang dewasa yang bisa nongkrong di kafe, di Desa Pandes, Kecamatan Wedi, Klaten, Jawa Tengah, bayi-bayi mungil malah punya kafe sendiri. Namanya sesuai para pengunjung yakni Baby Cafe. Tiap pagi seratusan bayi usia 6 – 1 tahun berkumpul di halaman balai desa ini, menikmati menu makanan sehat produksi desa mereka sendiri.

Baby Cafe alias kafe bayi sama sekali bukan kumpulan ibu-ibu ngerumpi, tetapi sebuah gerakan kesadaran para ibu yang memiliki bayi untuk memberikan makanan bergizi dan sehat untuk bayi-bayinya. Uniknya, makanan sehat itu adalah hasil dari tanah mereka alias produk desa mereka sendiri dan diolah dari bahan makanan yang biasa dikonsumsi orang dewasa sehari-hari seperti nasi, tempe, sayur labu, wortel dan sebagainya.

Sesepuh kelompok para ibu kreatif ini Heni Nurpratiwi mengungkapkan, Baby Cafe adalah gerakan untuk menyadarkan para ibu yang memiliki anak bayi,” Makanan yang sehat itu bisa diolah dari bahan yang ada di kampung kita sendiri dan itu jauh lebih sehat dan bergizi daripada makanan kemasan dari pabrik. Kami ingin para ibu menghindari makanan pabrikan untuk bayi-bayi mereka,” katanya. Hasilnya, bukan hanya bayi yang sehat saja, para ibu juga merasakan betapa besar efisiensi yang harus

Tiap hari menu berganti. Hari Senin misalnya, tersedia bubur beras merah, sayur labu siam dan wortel, semur hati ayam dan tempe. Semua bahan itu lalu dihaluskan secara manual dengan ulekan kayu. “ Tingkat kehalusannya menyesuaikan usia si bayi,” katanya. Makana itu lalu dikemas dalam gelas-gelas plastik berjajar-jajar di beberapa meja panjang, siap menyambut para pengunjungnya.

Bukan sembarang menu, seluruh bahan dalam menu itu sudah melalui kajian yang mendalam dan disusun para ibu yang sudah lulus pelatiham pendidikan pemberian makanan anak dan bayi. “ Seluruh proses kami lakukan dengan sangat menjaga higienitas dan kadar gizi,” ujar Heni. Hasilnya, ratusan bayi di kampung ini tumbuh dengan baik dan jarang mengalami masalah kesehatan.

Rahayuningsih, salahsatu ibu sekaligus pegiat aktivitas ini mengatakan, kegiatan ini sudah berlangsung tiap pagi selama setahun terakhir.” Pesertanya terus bertambah. Bahkan kami sekarang sudah mulai melayani para manula. Gizi yang tinggi dan bentuk makanan seperti bubur juga cocok untuk manula,” katanya.

Rahayuningsih mengatakan, program ini didukung penuh oleh desa tetapi ini bukan program gratisan.” Para ibu harus membeli setiap cup makanan yang mereka berikan ke bayinya. Pedapatan dari penjualan kami gunakan untuk belanja kebutuhan bahan dan pembuatan makanan hari berikutnya, begitu terus-menerus. Jadi kami tidak bergantung dengan pihak lain. Ini murni kesadaran para ibu,” kata Rahayu.

Sampai sejauh ini para ibu belum berpikir untuk mengembangkan kegiatan ini sebagai kegiatan yang berorientasi keuntungan profit. “ Misi utama saat ini adalah membangun kesadaran pentingnya kesehatan bayi dan membuktikan pada warga desa bahwa makanan bayi yang sehat itu bisa dipetik dari kebun mereka sendiri sehingga bisa menciptakan efisiensi secara ekonomi,” ujar Rahayu.

Setiap minggu sekali, para ibu di desa itu mendapatkan pendidikan mengenai bahan-bahan makanan yang bisa mereka tanam di kebun dan diolahnya menjadi makanan bergizi sekaligus cara mengolahnya. “ Kami juga adalah pelatihan cara memasak. Antusiasme warga luar biasa. Mereka sangat sadar, anak-anak mereka harus tumbuh sehat tetapi tanpa perlu mengeluarkan terlalu banyak biaya,” kata Rahayuningsih.

Kepala Desa Pandes Heru Purnomo menyatakan, program ini sepenuhnya didukung oleh desa. “Baby Cafe adalah program yang sangat penting karena menyangkut kesehatan anak dan diolah dari produk desa kami sendiri. Sekarang bahkan kelompok para ibu itu bisa menjalankan program ini dengan pendapatan makanan yang mereka buat. Kami ingin Baby Cafe terus mengembang ke desa-desa lain agar anak-anak kita mendapat gizi terbaiknya,” kata Heru.(aryadji/berdesa)

Foto: www.theasianparent.com

Baca Juga: Baby Cafe, Produk Desa Solusi Kesehatan Balita

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*