Asyiknya Menjadi Desapreneur, Tanpa Modal Malah Dapat Bayar (Bagian 2)

Asyiknya Menjadi Desapreneur

BERDESA.COM – Karena kapasitas modalnya yang kecil dan jauh dari berbagai akses, UMKM di desa seringkali tidak bisa bertahan lama. Selain kendala modal, kalangan UMKM dan produk desa juga kesulitan memasuki lautan pasar yang luas. Usahadesa adalah E Dagang yang akan menjadi kapal besar menuju pasar luas tadi. Sedangkan Desapreneur adalah jembatan yang menghubungkan dua kepentingan besar ini. Apa keuntungan UKM dengan kehadiran Usahadesa?

Usahadesa.com memfokuskan diri pada produk desa dan UMKM. Inilah E Commerce yang akan menampung, mempromosikan dan mendukung produk desa dan UMKM agar mampu bersaing secara terbuka dengan produk lainnya dalam pasar nan luas tak berbatas. Tak perlu risau soal persaingan atau konsumen karena setiap saat usahadesa.com akan dilihat jutaan orang, termasuk orang-orang yang menjual produk-produk di lapak ini. Jangan salah, para produsen dan anggota komunitas Usahadesa.com adalah juga konsumen sejati.

Salahsatu contoh produk sapu sabut kelapa, jenis sapu ini adalah sapu yang sangat populer bagi ibu rumah tangga di desa-desa seluruh Indonesia. Melalui Usahadesa.com, pembuat sapu sabut kelapa bakal bisa mendapatkan pesanan dari seluruh wilayah Indonesia bahkan luar negeri. Seandainya harus berpromosi sendiri, berapa biaya yang dibutuhkan agar produk seperti ini terlihat oleh jutaan orang dalam sekejab mata? Melalui USahadesa semua itu bisa.

Contoh lainnya, seorang Reseller memajang produk makanan khas unik bernama Clorot, ini adalah jenis makanan dari daerah Purworejo, Jawa Tengah. Dibungkus daun kelapa muda berbentuk kerucut dan foto yang bagus,makanan ini bisa menarik minat ribuan orang di seluruh nusantara. Maka siap-siap saja si Reseller membantu si produsen mencari tenaga kerja tambahan untuk memproduksi makanan itu jika tiba-tiba pesanan membludag. Ini bisa terjadi sewaktu-waktu.

Maka, memasuki pasar online berarti UMKM dan produk desa juga harus pintar memoles diri menjadi produk yang menarik dan bermutu. Untuk itulah Desapreneur hadir menjembatani agar produk-produk UMKM ini bisa memenuhi berbagai standar mutu tadi. Darimana Reseller mendapatkan income?

Income seorang Reseller didapatkan dari selisih harga antara harga dari produsen dengan harga produk ketika memasukkan produk itu ke Usahadesa.com. Pendapatan ini adalah bentuk penghargaan yang sebenarnya umum dilakukan para produsen kepada pihak yang menjualkan barangnya. Demikian pula Reseller, bedanya Reseller menjual melalui online sehingga butuh kemampuan khusus dan beberapa kerja tambahan seperti membuat foto yang bagus agar menarik, kemasan yang bagus agar ciamik dan sebagainya.

Mengenai besaran penghargaan yang diterima penjual, itu hasil komunikasi dengan produsen. Yang pasti, haruslah pada batas yang wajar karena persaingan harga bakal sangat sengit pada bisnis ini. Seorang Reseller harus rajin melongok harga di berbagai toko online sehingga tidak memasang harga terlalu mahal atau terlalu rendah. Yang pasti produsen harus mendapatkan keuntungan yang layak.

Tapi sesungguhnya, jika pelaku usaha kecil memang memiliki kemampuan sendiri untuk menjual produk melalui Usahadesa, maka mereka tinggal mendaftar dan menjalankan saja. Para Desapreneur yang juga sudah akrab dengan jual-beli online dan memiliki pengetahuan internet dasar-pun juga bisa langsung ‘action’. Bagaimana jika keduanya tak punya kemampuan itu?

Usahadesa siap memberikan pelatihan. Agar gerakan kebangkitan ekonomi desa menjadi lebih massif, pelatihan harus dilakukan secara berkelompok. Kepala Departemen Pelatihan Usahadesa.com Mohammad Khoirul menyatakan, pelatihan akan dilakukan dengan memperhitungkan jumlah peserta. “ Lebih banyak lebih baik karena kami akan menurunkan tim khusus untuk menjadi pemateri dan langsung praktik dalam pelatihan itu,” katanya. Bahkan diharapkan peserta pelatihan telah menentukan produk yang akan dijualnya ketika mengikuti pelatihan sehingga bakal langsung action begitu selesai acara. Soal biaya?

Khoirul melanjut, pada dasarnya para peserta pelatihan hanya harus menanggung kebutuhannya sendiri dalam pelatihan itu. “ Yang terpenting adalah transfer pengetahuan dan bisa langsung berjualan di Usahadesa. Pelatihan adalah daya dukung terhadap Usahadesa, jadi kami buat semudah dan semurah mungkin,” katanya. Hanya saja agar lebih efektif, pelatihan harus menghimpun setidaknya 50 orang mewakili berbagai desa. “ Sehingga Desapreneur yang kita latih bisa memberikan pengetahuan pada pemuda lainnya di desanya,” ujar dia.

Asal Anda tahu, menjadi Reseller bahkan tidak memerlukan modal uang. “ Tapi minimal punya smartphone yang bisa internet, sekarang ini Rp. 500 ribu pun sudah dapat smartphone seperti itu.  Yang penting bisa menjalankan jualan internet dan semakin kreatif dia menjual, semakin besar peluang mendapatkan income,” kata Khoirul. Jadi, kenapa tidak mulai sekarang saja?(dji-1)

Foto: agroindonesia.com

Baca Juga : Warung Soto Mbak Jam yang Bakal Sulit Dilupa

BUMDesa

1 Komentar

  1. Salut sangat mendukung tercapainya kemandirian desa

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*