Asyiknya Menjadi Desapreneur, Membangun Desa Mendapat Penghasilan Pula (Bagian I)

Asyiknya Menjadi Desapreneur, Membangun Desa Mendapat Penghasilan Pula (Bagian I)

BERDESA.COM – Peluang menjadi Desapreneur mendapat sambutan luar biasa dari desa-desa di berbagai belahan bumi nusantara. Desapreneur atau Reseller bukan hanya membuka peluang pendapatan baru bagi warga pedesaan melainkan juga bakal mengangkat produk desa dan UMKM yang selama ini sulit mengembangkan pasar menjadi mampu membuka pasar lebar-lebar. Lalu bagaimana cara kerja Desapreneur?

Desapeneur adalah warga desa yang akan menjadi jembatan bagi UMKM dan berbagai produk desa agar produk-produk pedesaan dan UMKM mengalami peningkatan penjualan melalui E-Commerce www.usahadesa.com. Kenapa harus ada seorang Desapreneur? Karena sebagian pelaku UMKM kita, terutama UMKM yang hidup di wilayah pedesaan memiliki berbagai keterbatasan untuk bisa memasuki dunia online dalam memasarkan produknya.

Beberapa keterbatasan itu seperti kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang tidak memungkinkan UMKM melakukan penjualan online. Misalnya, produk yang dibuat oleh golongan ‘simbok-simbok’ alias ibu-ibu rumah tangga atau bapak-bapak yang usianya sudah tua sehingga sudah tidak memungkinkan lagi belajar mengenai internet. Misalnya ada ibu-ibu pembuat produk kuliner  makanan tradisional yang ada di sebuah desa yang jauh dari kota. Produk si Mbok itu punya rasa yang enak dengan  bentuk dan warna mengundang selera, pokoknya unik dan layak dijual seantero nusantara. Maka produk seperti itu sangat mungkin bisa seperti bika Ambon yang semua orang jadi menyukainya, empek-empek, pecel Madiun, dan berderet-deret lagi makanan nusantara yang kini merajai nusantara.

Maka tugas seorang Desapreneur adalah mendorong pembuat makanan itu agar menemukan cara sehingga produk makanan itu bisa awet berhari-hari karena harus menjalani proses pengiriman kepada pembeli jika dijual secara online. Bukan itu saja, Desapreneur juga harus mengarahkan agar produk itu memiliki kemasan yang menarik, higienis dan rasanya tidak berkurang dalam beberapa hari hingga sampai pada pembeli. Lalu si Desapreneur membuat foto-foto yang memikat hati dan mengunggahnya ke usahadesa.com, tentu dengan kelengkapan data mengenai harga, stok, alamat dan lain sebagainya.

Desapreneur juga harus memastikan produsen mampu membuat produk kuliner itu memiliki stok yang cukup jika ada pembelian dalam jumlah yang besar. Soalnya, kecepatan pelayanan adalah hal yang penting dalam bisnis online. Jangan sampai ada pembeli yang kecewa karena si penjual tidak sanggup memenuhi jumlah pesanan atau terlalu lama sampai pada alamat sang pembeli. Jangan pula karena mendapat pembelian dalam jumlah besar lalu kualitas rasa produk kuliner itu terkurangi.

Maka seorang Reseller alias Desapreneur harus melakukan komunikasi yang jelas pada produsen produk desa dan UMKM mengenai beberapa pola di atas agar tidak mengecewakan pembeli. Untuk kasus tertentu misalnya ada pembeli memesan dalam jumlah yang sangat besar maka seorang Reseller harus pula mampu mencari jalan keluar bagi pemenuhan pembelian itu misalnya dengan mengakses tambahan modal dan penambahan tenaga kerja agar jumlah pesanan terpenuhi. Hal ini berlaku pada semua jenis produk yang dijual Reseller melalui Usahadesa.

Jangan kawatir, Desapreneur bisa menjualkan berbagai produk sehingga kemungkinan terjadinya transaksi dan mengundang pembeli, semakin besar. Soalnya, di pedesaan seluruh Indonesia sesungguhnya sangat banyak produk yang unik, menarik dan sangat layak jual. Desapreneur juga harus memiliki insting alias jeli melihat potensi sebuah produk. Soalnya kadang-kadang ada produk yang sebenarnya memiliki nilai jual tinggi jika ditawarkan ke pasar yang luas namun membutuhkan polesan-polesan baru sehingga kualitas produk menjadi meningkat dan lebih menarik pembeli. Misalnya produk kerajinan patung burung dari kayu .

Tentu saja produk seperti itu tidak cukup diminati di desa si pembuat produk karena fungsinya memang tidak dibutuhkan warga setempat. Tetapi produk seperti itu, jika dipoles lebih baik misalnya di cat dengan warna tertentu sehingga menjadi burung kayu yang cantik, bakal menjadi aksesori rumah yang menarik bagi warga perkotaan. Barang-barang yang unik seperti itu yang biasanya diburu para ibu-ibu untuk menghias ruang tamu rumah mereka.

Maka Desapreneur harus memiliki kemampuan melakukan identifikasi produk baik yang sudah jadi maupun produk yang belum sempurna, memiliki kemampuan berkomunikasi yang baik dengan pembuat produk desa sehingga tercipta kerjasama yang baik dengan produsennya. Soalnya, sebagian besar UMKM sudah sangat sibuk dengan urusan produksi, sehingga tidak ada energi lagi untuk memikirkan bagaimana memajang produknya di layar internet yang daya jangkaunya luar biasa ini. Ingin memulai langkah sekarang, buka dan isikan data diri Anda di sini. Selamat datang para pembaharu desa. (Bersambung)

Foto: umkmngubas.com

1 Komentar

  1. wah hebat bermasyarakat bnget, perlu dicontoh nih

    Balas

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*