Aset Desa Sebagai Produk Desa Wisata

0
732
Aset Desa Menjadi Desa Wisata
Kegiatan wisata alam laut terbuka karimun jawa.

Kegiatan wisata alam laut terbuka karimun jawa.

Oleh Jenny Sie
Desa wisata sudah menjadi tujuan para wisatawan untuk berkunjung ke daerah tersebut. Biasanya para wisatawan berkunjung untuk berlibur atau mengunjungi saudaranya yang tinggal di sana. Banyak sekali desa di Indonesia ini memiliki potensi wisata keindahan alam yang layak untuk didatangi. Keindahan alamnya masih alami dan sangat menarik.

Untuk mengembangkan desa wisata sebaiknya harus ditunjang dengan fasilitas yang memadai seperti akses jalan yang memadai sehingga pengunjung dapat lebih mudah untuk datang kesana. Jika akses jalanannya susah dilewatin, jalanannya bebatuan, apalagi sempit dan banyak yang hancur tidak akan menarik minat pengunjung untuk datang kesana. Sudah sewajarnya sebagai desa wisata harus mempunyai akses jalan yang mudah dilalui dan juga harus memilikii sarana transportasi yang memadai.

Salah satu contoh di pulau jawa adalah Desa Wisata Karimunjawa. Kepulauan Karimunjawa ini memiliki 27 pulau yang terbilang masih alami. Pulau-pulau tersebut memiliki potensi keindahan alam yang indah, barisan bukit, pantai berpasir putih dan keindahan di bawah laut. Karimunjawa menawarkan keindahan panorama hayati, hutan mangrove, gunung, dan sisa hutan tropis dataran rendah yang menjadi tujuan para wisatawan. Karena itulah kepulauan Karimunjaya dikenal sebagai Taman Nasional Laut.

Baca Juga  Petani Sebagai Pelaku Penting Dalam Memajukan Perekonomian Pedesaan

Akses untuk menuju Desa Wisata Karimunjaya sangat mudah sekali. Untuk kesana bisa dari Semarang maupun Jepara. Kalau dari Semarang lewat pelabuhan Tanjung Mas menggunakan KMC Kartini 1 dan berangkatnya setiap hari sabtu, pukul 9.00 WIB dan senin, pukul 7.00 WIB. Sedangkan lewat Jepara kapal berangkat setiap hari senin, pukul 10.00 WIB. Selain lewat laut juga bisa menggunakan transportasi udara dari bandara Ahmad Yani, Semarang dengan pesawat sewa jenis CASSA 212 yang disediakan oleh Kura-kura resort. Perjalanan udara ke bandara Dewadru, Karimunjawa memakan waktu 30 menit.

Jika sudah memiliki aset yang dijadikan tujuan wisata selanjutnya adalah menentukan bagaimana strategi untuk mengembangkannya. Untuk mengembangkannya dibutuhkan kerjasama antar masyarakat lokal di tempat tersebut.. Nantinya akan tergantung bagaimana cara penduduk untuk mengelolanya sehingga bisa lebih produktif dan bisa mendapatkan keuntungan untuk meningkatkan ekonomi penduduk setempat. Jika tidak ada kerja sama antar penduduk setempat maka layanan bagi yang ingin menginap sementara di rumah penduduk bisa kurang layak sehingga mereka tidak kembali lagi.

Baca Juga  Mengenal Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDesa)

Selain itu penting supaya sumber daya alam yang ada tidak rusak dan bisa menjaga ekosistem. Aturan perlindungan lingkungan hidup perlu sekali dilakukan karena ketika banyak orang yang berkunjung kesana bisa merusak lingkungan padahal itulah yang menjadi aset untuk tujuan wisata. Sangat penting masyarakat bisa ikut serta dalam pengembangan dan pengelolaan desa wisata sehingga secara langsung mereka bisa berpatisipasi dalam memberdayakan lingkungan yang ada.

Mengembangkan produk wisata

Langkah selanjutnya adalah mengembangkan produk wisata supaya lebih menarik dan berbobot. Perlu sekali terus menggali potensi dari produk wisata supaya berbeda dari lainnya karena sekarang ini mulai banyak desa wisata yang menawarkan pariwisata dengan latar belakang hanya untuk bersenang-senang semata. Salah satu desa yang kreatif mengembangkan produk wisaya adalah Desa Wisata Kembang Arum, Turi, Sleman, Yogyakarta.

Kegiatan wisata panen di desa
Kegiatan wisata panen di desa

Desa tersebut mengambil langkah untuk mengubah museum, kebun binatang, taman hiburan dengan menambahkan unsur pembelajaran sehingga bisa menambah ilmu bagi pengunjung. Selain itu mereka mengurangi fasilitas-fasilitas mewah dan lebih memilih menggunakan fasilitas lokal dan tradisional sehingga bisa berinteraksi langsung dengan masyarakat lokal sehingga bisa berpatisipasi dan bisa belajar di lokasi tersebut.

Baca Juga  Mengenal Desa Bengkala di Bali

Masyarakat lokal harus membangun dan mengelola secara langsung fasilitas wisata serta pelayanannya jadi bisa menerima keuntungan ekonomi dan bisa mendapatkan lapangan perkerjaan baru. Hal ini bertujun untuk membuat masyarakat lebih sejahtera dan juga memajukan pembangunan di desa tersebut. Keterlibatan dapat mendorong warga sadar akan potensi yang di desa tersebut sehingga lebih mandiri dan mampu mengelola potensi-potensinya.

Masyarakat sangat perlu mengembangkan kemampuan untuk menumbuhkan kepercayaan dan kerja sama. Penggunaaan teknologi sebaiknya menggunakan teknologi lokal sekaligus meningkatkan ketrampilan masyarakat. Perlu ada pembekalan khusus sebelum mereka mengelola wisata yang dimiliki di desa tersebut dengan mengadakan rapat terbuka atau musdes untuk memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

Mengembangkan tempat parawisata bagi desa wisata sangat penting supaya bisa mengundang kembali wisatawan yang sudah datang untuk kembali lagi. Paling terpenting harus memberikan kesan yang baik saat pertama kali berkunjung ke desa tersebut dan tidak boleh meninggalkan adat istiadat atau budaya di desa tersebut karena itu yang menjadi ciri khas wisata desa tersebut.

Foto: danarif.com

Baca juga : Jalan Cepat Desa Muntuk Menjadi Desa Wisata

Pendamping Desa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here