Apakah BUMDesa Anda Termasuk BUMDesa Hebat?

0
525

BERDESA.COM – BUMDesa seperti apakah yang disebut BUMDesa hebat? Apakah yang menghasilkan rupiah bertumpuk karena memiliki obyek wisata yang hebat? Ataukah desa yang mampu menjawab persoalan pelik yang selama ini tak mampu dipecahkan warganya?

Hingga saat ini sebagian kepala desa masih memahami BUMDesa hebat adalah institusi bisnis desa yang harus bisa menciptakan keuntungan dalam bentuk uang sebesar-besarnya. Besarnya keuntungan yang ‘wajib’ didulang BUMDesa ini bukannya menciptakan semangat, sebagian besar kepala desa justru merasa merumuskan BUMDesa menjadi pekerjaan maha berat dan rumit karena beban keharusan menciptakan uang itu.

Lebih parah lagi berbagai pelatihan dan penjelasan mengenai BUMDesa hebat adalah desa-desa yang dipandang berhasil mencetak milyaran dengan potensi desanya yang luar biasa. Misalnya desa yang memiliki kekayaan alam nan langka sehingga menjadi magnit wisata utama.

Desa dengan ‘harta alam’ seperti itu jelas saja memiliki income besar karena obyek wisatanya yang jelas didatang orang. Tanpa ada BUMDesa-pun desa dengan kekayaan alam seperti itu bakal mendapatkan income besar dari kekayaan alam yang dimiliknya. Tetapi desa dengan situasi seperti ini sesungguhnya bukan desa yang bisa dijadikan acuan desa lain dalam membangun BUMDesa. Kecuali desa dengan potensi yang hampir sama.

Baca Juga  Membangun BUMDes Kuat Perkasa

Jangan pula hanya karena melihat keberhasilan desa lain dalam suatu program lantas ikut-ikutan membuat program yang sama alias latah. Soanya, belum tentu memiliki problema yang sama dengan desa yang berprestasi itu.

Menggelar kunjungan kerja alias studi banding ke desa lain memang sebuah pilihan pembelajaran yang praktis. Tetapi harus memiliki tujuan yang pasti agar tidak keliru menjadi kunjungan yang sia-sia. Misalnya sebuah desa di darah perkotaan yang ingin mengembangkan wisata dengan mendatangi desa yang sukses mengelola wisata air terjun.

Mengikuti pelatihan BUMDesa juga sebuah pilihan yang banyak ditempuh banyak desa demi menggenjot pengembangan desanya. Tetapi ada begitu banyak lembaga menggelar jasa pelatihan dan hanya segelintir yang menyiapkan pelatihannya sebagai sebuah program serius bagi peserta. Banyak pemateri yang ‘asal comot’ saja dalam menyusun makalahnya. Soalnya hari ini beragam materi tinggal download saja dari internet.

Untuk mempermudah menggambarkan sebuah situasi yang ideal banyak pemateri mencomot contoh BUMDesa hebat adalah BUMDesa yang berhasil mengeruk duit dengan potensi khusus yang dimiliki sebuah desa. Akibatnya banyak peserta pelatihan yang merasa tidak mendapatkan materi yang diinginkan karena materi itu tidak relevan dengan situasi desa peserta. Maka, jika mau mengikuti pelatihan, sebaiknya calon peserta memperhatikan dengan detail materi pelatihan itu, jangan sampai ternyata tidak ‘nyambung’ dengan kebutuhan peserta. Sehingga jangan sampai biaya tiket pelatihan yang tidak murah itu hanya berakhir menjadi kenangan tanpa menciptakan perubahan di desanya.(aryadjihs/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here