Mengurus Izin Usaha Pangan, Apa dan Bagaimana ?

0
1456
Apa dan Bagaimana Mengurus Izin Usaha Pangan
Apa dan Bagaimana Mengurus Izin Usaha Pangan

Masalah perizinan seringkali menjadi hal yang sering diabaikan oleh para pelaku usaha. Di samping mengeluarkan biaya, hal tersebut juga dinilai banyak menghabiskan waktu. Dalam tahap awal, memang para pelaku usaha bisa berjalan tanpa perizinan. Namun, seiring usahanya berkembang, mau tidak mau harus ada beberapa perizinan yang dimiliki. Salah satu perizinan tahap awal dan mudah diurus adalah izin Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT).

P-IRT adalah izin jaminan usaha makanan atau minuman rumahan yang dijual memenuhi standar keamanan makanan atau izin edar produk pangan olahan yang diproduksi oleh Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk dipasarkan secara lokal. Izin P-IRT tersebut hanya diberikan kepada produk pangan olahan dengan tingkat risiko yang rendah.

Berdasarkan peraturan pemerintah RI Nomor 28 Tahun 2004 tentang Keamanan, Mutu dan Gizi Pangan dan Keputusan Kepala Badan POM RI No. HK. 00.05.1640, di dalam Sertifikat Produk Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), produsen akan mendapatkan dua sertifikat yaitu Sertifikat Penyuluhan Keamanan Pangan (PKP) dan Sertifikat Pangan Industri Rumah Tangga (P-IRT).

Baca Juga  Memahami Pentingnya BUMDesa

Cara Mengurus Izin P-IRT

Bagaimanapun legalitas itu penting agar para pelaku usaha mudah dalam memasarkan produk dan mempengaruhi perkembangan usahanya. Adapun langkah-langkah untuk memperoleh Sertifikat P-IRT adalah sebagai berikut:

  1. Mengisi form yang disediakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten setempat.
  2. Memenuhi persyaratan yang diperlukan. Adapun persyaratan yang harus dibawa ialah:
  3. Fotokopi KTP
  4. Pas foto 3×4 sebanyak dua lembar
  5. Surat Keterangan Domisili Usaha dari kecamatan
  6. Surat Keterangan Puskesmas atau Dokter
  7. Denah Lokasi dan Denah Bangunan
  8. Rincian Modal Usaha dari kelurahan setempat
  9. Surat Keterangan Usaha dari kelurahan setempat
  10. Contoh draf label/kemasan
  11. Sampel pangan
  12. Surat pernyataan kepemilikan jika berbentuk badan usah berupa CV/PT

Selanjutnya, isilah formulir pendaftaran. Setelah tahapan tersebut petugas Dinkes akan mengadakan survei secara langsung ke lokasi pembuatan makanan kecil yang didaftarkan. Setelah survei, izin PIRT akan dikeluarkan dalam waktu sekitar dua pekan. Dinkes akan mengeluarkan dua sertifikat, yaitu sertifikat penyuluhan dan sertifikat PIRT.

Sumber:
http://jogja.tribunnews.com/2012/11/22/mengurus-p-irt-produk-makanan-kemasan
http://kadinbandung.org/news/detail/Untuk-Para-Pelaku-UKM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here