Apa Beda UKM dengan UMKM, Ini Penjelasannya

1
1283

BERDESA.COM – Perbincangan mengenai situasi ekonomi di Indonesia selalu terkait dengan usaha kecil yang hidup di sekujur penjuru tanah air. Tahu sebabnya? Karena sektor usaha kecil inilah yang sebenarnya menghidupi hampir sebagian besar rakyat negeri bernama Indonesia ini. Usaha kecil pula yang terbukti tetap berdiri tegak meski perekonomian bangsa dilanda badai krisis sebesar apapun.

Dalam perbincangan itu pula usaha kecil lalu dikategorikan dalam jenis Usaha Kecil Menengah (UKM), juga dikaitkan pula dengan kategori Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kenapa ada dua istilah ini dan apa sebenarnya beda antara UKM dan UMKM? Ini dia penjelasannya.

Jadi, perbedaan UKM dan UMKM dirujuk dari Undang Undang Nomor 20 Tahun 2008 tentang Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM). Disana disebutkan, usaha mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan dan atau milik bada usaha perorangan yang memenuhi kriteria usaha mikro sebagaimana diatur dalam Undang undang ini. Kriteria UMKM adalah usaha yang maksimal assetnya Rp. 50 juta dan omsetnya maksimal Rp. 300 juta.

Baca Juga  Hubungan Mudik, Produk Desa dan Melalui Jual Beli Online

Sedangkan Usaha Kecil Menengah (UKM) adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan yang dimiliki, dikuasai atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengh atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil. Usaha kecil sebagaimana yang dimaksud Undang undang adalah usaha yang kriterianya Rp. 50 – 500 juta dengan kriteria omset antara Rp. 300 juta– Rp. 2,5 milyar.

Pada praktiknya, UKM juga diatur oleh beberapa peraturan seperti Surat Edaran Bank Indonesia No. 26/I/KK tanggal 29 Mei 1993 periha Kredit Usaha Kecil (KUK) yakni usaha yang memiliki total asset Rp. 600 juta tidak termasuk tanah atau rumah yang ditempati. Tidak boleh lebih dari itu. Sedangkan menurut Departemen Perindustrian dan Perdagangan, pengusaha kecil dan menengah adalah kelompok industri modern, industri tradisional dan industri kerajinan yang mempunyai investasi, modal untuk mesin-mesin dengan resiko investasi modal/tenaga kerja Rp. 625 juta ke bawah dan usahanya harus dimiliki warga negara Indonesia.

Baca Juga  Usaha Desa Luncurkan Toko Online – Offline Menjadi Lokomotif Kemajuan Ekonomi Desa

Menurut Badan pusat Statistik, usaha menengah dibagi dalam beberapa bagian yakni usaha rumah tangga yang memiliki 1-5 tenaga kerja, usaha kecil berarti usaha yang memiliki tenaga kerja 6 – 19 tenaga kerja. Usaha menengah memiliki 20 – 29 tenaga kerja dan usaha besar jika memiliki lebih dari 100 tenaga kerja. Jadi, perbedaan UKM dan UMKM hanya pada jumlah nominal asset yang dimiliki oleh suatu badan usahanya.

Perbedaan ini tidak membuat jenis-jenis UMKM mengalami penggolongan pada hal sifat, karakter maupun jenis pergerakan usaha. Itulah yang membuat istilah UKM dan UMKM sering dianggap sama atau paling tidak memiliki substansi persoalan yang sama dalam ranah bisnis. Akibatnya, dua istilah ini seringkali digunakan untuk membahas persoalan yang sama di antara keduanya dan pada saat yang sama membuat kedua istilah ini menjadi sulit dimengerti perbedaannya. (aryadji/berdesa/dari berbagai sumber).

1 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here