Air Mengalir Sampai Jauh Berkat BUMDesa Karangrejek

0
807

BERDESA.COM – Sejak puluhan tahun lalu jika kemarau tiba kampung ini selalu kedatangan tamu tak diinginkan yakni kekeringan. Ketiadaan air membuat warga di desa ini harus berjalan berkilo meter demi mendapatkan air. Jika tidak mereka harus rela merogoh kocek demi bisa minum dan membersihkan badan. Tetapi kini, sejak BUMDesa berdiri 2008 dan mengelola instalasi air minum, warga desa ini menjadi sumringah, bencana kekeringan tak lagi mampir ke sana.

Sungguh tak mudah mendatangkan air ke desa ini. Selama bertahun-tahun tanah berbatu desa ini sama sekali tidak menyisakan air jika kemarau datang. Kalaupun ada sumur yang masih menyisakan air dipastikan keruh dan tak layak konsumsi. Sebenarnya bukannya tidak ada air di tanah itu, hanya saja berada di kedalaman yang tak gampang dijangkau dengan sumur biasa. Hingga akhirnya Kementerian PU dan Satuan Kerja Provinsi mengabulkan harapan warga, melakukan pengeboran sumur di Padukuhan Karangduwet. Proyek itu, beserta tempat penampungan air-nya menelan Rp. 1 miliar.

Begitu air muncrat dari kedalaman 100 an meter lebih, BUMDesa Karangrejek lalu berdiri untuk  mengelola potensi ini. Pelanggan pertama 150 rumah memasang sambungan air. Tahun 2010 pelanggan terus bertambah menjadi 400 rumah. Tahun berikutnya jumlah pengguna layanan terus meroket hingga 2016 tercatat 1203 rumah menjadi pemakai jasa layanan air bersih. Belakangan bukan hanya warga Desa Karangrejek yang menjadi bebas kekeringan melainkan juga beberapa warga di desa tetangga turut kecipratan air bersih yang mereka rindukan.

Baca Juga  Agar Peraturan Desa Tentang BUMDesa Memikat Hati Anak Muda

Untuk mendapatkan layanan air minum ini, warga Karangrejek membayar Rp. 750 ribu setiap memasang satu meteran. Maklum, medan berbukit membuat perusahaan ini harus kerja keras membangun penyaluran air. Sedangkan warga luar desa musti membayar Rp. 1 juta. Tetapi angka itu jauh lebih murah dibanding harus membeli air melalui tanki setiap kemarau datang atau harus berjalan beberapa kilometer demi mendapat air yang belum tentu sehat.

Keunggulan layanan Pengelola Air Bersih Tirta Kencana, nama unit usaha ini, airnya jauh lebih murah dibanding layanan yang diberikan PDAM yakni hanya Rp. 2500 per meter kubik. Bandingkan PDAM yang mencapai Rp. 4000 meter per kubik pada 2012 lalu. Kedua, airnya murni air alami bahkan bisa diminum tanpa dimasak ketika keluar dari mata air. Mampu melayani 24 jam sehari.

Hebatnya sistem manajemen BUMDesa Karangrejek membuat perusahaan milik desa ini mampu membukukan keuntungan Rp 155.953.692 pada tahun 2012. Karena dijalankan oleh BUMDesa, warga juga lebih mudah mengontrol kinerja manajemen pengelolaan unit usaha ini sehingga manajemen relatif aman dari kemungkinan korupsi dan miss manajemen lainnya. Kehebatan Karangrejek mengelola air minum inilah yang membuat desa ini ramai dikunjungi desa lain yang ingin belajar mengenai manajemen pengelolaan BUMDesa.

Baca Juga  Dana Desa Rawan Korupsi, Bagaimana Cara Mengawasinya?

Mengelola air minum memang menjadi salahstau pilihan yang banyak diambil BUMDesa untuk menjalankan dirinya. Selain menjadi kebutuhan dasar yang memang tidak bisa dipenuhi individu warga desa, layanan sosial seperti ini sangat membantu tugas desa menciptakan kualitas hidup yang lebih baik bagi warganya. Dua keuntungan yang didapatkan desa adalah membuat masyarakat terbebas dari masalah kebutuhan dasar yakni air sekaligus memperoleh keuntungan profit karena unit usaha ini sesungguhnya sangat potensial mendatangkan laba.(aryadji/berdesa)

Foto: www.kabarhandayani.com

Baca juga: Cara Sukses Kelola Air Minum BUMDesa Karangrejek

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here