Agrowisata, Peluang Usaha Desa yang Menjanjikan Di Tengah Hiruk Pikuk Kesibukan

0
1656

Kata siapa hidup di desa tidak bisa berbisnis? Banyak peluang usaha desa yang menjanjikan bahkan hingga membawa kesuksesan bagi kita. Salah satunya adalah usaha agrowisata. Pengertian dari agrowisata adalah sebuah objek wisata yang memanfaatkan usaha pertanian (agro) sebagai objek wisata. Jadi, bisa dikatakan agrowisata merupakan perpaduan antara pertanian atau perkebunan dengan pariwisata yang dikombinasikan menjadi destinasi yang menarik bagi masyarakat.

Adapun tujuan dari agrowisata adalah agar orang-orang dapat belajar tentang cara berkebun, menikmati buah segar hasil petikan sendiri yang langsung dari pohonnya, atau sekedar berjalan-jalan menghirup udara segar dan menikmati pemandangan kebun yang sangat jarang mereka jumpai di kota.

Agrowisata sendiri menjadi sebuah peluang usaha desa karena hal ini merupakan cara baru yang bisa dilakukan oleh petani untuk mendapatkan untung selain dari menjual hasil tani atau kebun mereka. Dengan adanya agrowisata ini pula, diharapkan dapat meningkatkan kehidupan dan kesejahteraan petani serta menjadi daya tarik sendiri bagi masyarakat perkotaan untuk mempelajari tentang ilmu bertani dan berkebun.

Baca Juga  Peluang Usaha Kecil Menengah di Desa, Si Kecil Yang Bisa Jadi Raksasa

Memanfaatkan lahan pertanian atau perkebunan yang besar dan kaya akan hasilnya, agrowisata dapat menjadi salah satu potensi unggulan yang dapat dikembangkan di desa dan dapat menjadi salah satu destinasi wisata yang populer di wilayah itu sendiri. Untuk itu, ada beberapa kiat-kiat yang perlu diperhartikan jika desa Anda ingin memulai bisnis agrowisata ini:

1. Menentukan lokasi

Lokasi yang strategis dan memiliki daya tarik tersendiri adalah salah satu kunci utama dalam membuka bisnis agrowisata ini. Anda dapat menggunakan lokasi yang sudah umum atau terkenal akan tempat wisatanya sehingga banyak dikunjungi oleh wisatawan. Hal itu diperlukan karena dengan begitu pengunjung akan dengan mudah melirik ke tempat agrowisata yang Anda kelola.

Seperti contoh, jika wilayah Anda terkenal dengan wisata alam air terjunnya, maka Anda dapat membuka lokasi agrowisata di rute yang akan menuju ke tempat wisata air terjun tersebut. Sehingga ketika pengunjung yang akan datang atau pulang dari wisata air terjun tersebut dapat melewati agrowisata milik Anda sehingga mereka akan tertarik untuk mendatanginya.

Baca Juga  Melirik Peluang Usaha Desa Menguntungkan Dari Pertamini, Berikut Alasan Mengapa Harus Membuka Usaha ini

2. Pelajari komoditas yang akan digunakan

Agrowisata bukan hanya untuk dinikmati estetikanya saja, pemandangan alam dan lain sebagainya, tapi bagaimana Anda bisa mengambil dan menjual hasilnya juga. Oleh sebab itu, maka komoditas yang digunakan harus komoditas yang sedang diminati oleh masyarakat saat ini, mentah maupun hasil dari olahannya. Setiap komoditas pasti memiliki lingkungan yang berbeda-beda, contohnya seperti sayur-sayuran, buah-buahan, ataupun bunga.

Untuk itu perlu diperhatikan lingkungan dan kondisi dari lokasi agrowisata yang akan Anda kelola, seperti kondisi tanahnya, kondisi cuaca dan iklimnya, serta kondisi ketinggian tempatnya. Hal itu sangat perlu untuk diperhatikan dan dipelajari agar tanaman yang Anda tanam dapat tumbuh dengan baik dan menghasilkan produk yang baik dan berkualitas pula.

Tak hanya kondisi lingkungan untuk agrowisatanya saja yang perlu diperhatikan, namun Anda juga perlu mengetahui tentang detail komoditas yang akan digunakan seperti waktu tanamnya, bagaimana cara perawatan tanamannya, umur panen dan dosis pemupukan yang tepat untuk tanaman, serta perawatan yang tepat juga menjadi hal yang penting untuk diperhatikan supaya komoditas dapat berkelanjutan di lokasi yang Anda pilih tersebut.

Baca Juga  Menguntungkan! Beternak Kelinci Pedaging, Peluang Usaha Desa Yang Patut Dicoba

3. Menentukan pasar

Komoditas yang akan Anda gunakan nantinya tentu akan dipasarkan. Oleh sebab itu, Anda perlu untuk menentukan pangsa pasar mana yang akan menjadi sasaran bagi komoditas yang Anda hasilkan. Jika lahan agrowisata yang Anda miliki cukup besar untuk menanam sayuran dan buah, Anda bisa menggunakan sistem konvensional untuk kegiatan produksi seperti menjualnya ke pasar. Tak hanya itu, Anda juga dapat menawarkan ke pengunjung untuk membeli hasil agrowisata Anda dengan cara memetik sendiri sayuran dan buah yang di inginkan.

4. Pengolahan pasca panen

Tanaman yang Anda panen setiap hari dapat diolah menjadi produk lain yang dapat digunakan, seperti mengolah buah menjadi keripik atau jus dan nantinya hasil olahan tersebut dapat dijual ke pengunjung sebagai oleh-oleh. Atau hasil panen sayuran dapat diolah dan dijual matang di restaurant yang kita bangun ditempat agrowisata milik Anda.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here