Agar Usaha Kuliner Anda Tak Bangkrut di Bulan-bulan Pertama

Agar Usaha Kuliner Anda Tak Bangkrut di Bulan-bulan Pertama

BERDESA.COM – Usaha kuliner adalah usaha yang tidak pernah mati. Bahkan kini, usaha kuliner bahkan semakin marak saja. Salahsatunya mengembangkan cita-rasa makanan desa yang khas. Soalnya, sekarang ini setiap orang selalu tertarik hal-hal yang unik dan baru, termasuk makanan yang ingin mereka coba.

Tapi memulai usaha kuliner bukan perkara mudah. Soalnya, sangat jarang warung makan yang pertama buka langsung diserbu pembeli ataupun pelanggan. Jadi, siap-siap saja mengeluarkan modal awal untuk belanja dan membuat makanan yang akan kau jual dan jangan kaget kalau ternyata tak banyak orang yang beli dan banyak yang harus dibuang. Tapi sebenarnya ada berbagai cara untuk meminimalisir resiko ini. Mau tahu, ini dia:

  1. Mengetahui Target Pasar Produk Anda

Target pasar adalah acuan untuk merancang strategi pemasaran, yang meliputi umur,pekerjaan,  gaya hidup, pendapatan, dan lain sebagainya. Apabila Anda sudah mengetahui target pasar, anda dapat menentukan stategi kedepannya.

Contohnya apabila Anda ingin membuka usaha kuliner di daerah kampus, maka yang cocok untuk dijual adalah makanan dengan harga terjangkau, dan memiliki tempat yang nyaman yang memiliki wifi alias akses internet gratis. Soalnya mahasiswa paling doyan tempat makan murah berinternet gratis. Dengan pasar yang tertarget maka Anda tidak akan kesulitan untuk menjualnya. Jangan mudah tergoda dengan trend-trend kuliner yang sedang booming dan laku keras, namun tidak menjanjikan untuk prospek bisnis Anda kedepan.

  1. Memilih Lokasi yang Strategis

Lokasi disini sangat penting. Sebagai pilihan, bisnis kuliner bisa didirikan sendiri di wilayah yang ramai, maupun bergabung dengan para pedangan kuliner lainnya seperti foodcourt, dan lain-lain. Yang terpenting anda dapat memenuhi target pasar yang telah Anda buat.

  1. Standarisasi Resep, Cita-rasa dan Keterampilan

Saat Anda memutuskan untuk membuka bisnis kuliner, pastikan Anda sudah yakin dengan kelayakan masakan. Untuk mengetahuinya Anda bisa membagikan alias mencobakan makanan Anda kepada keluarga, rekan, atau saudara Anda dan jangan lupa untuk meminta pendapat tentang masakan Anda. Anggaplah pendapat mereka sebagai masukan yang membangun untuk berkreasi lebih baik lagi. Apabila banyak pujian, jaga resep rahasianya agar tidak ada yang ‘menjiplaknya’, karena resep rahasia adalah salah satu kunci utama yang digunakan untuk mempertahankan bisnis Anda.

  1. Jangan Mematikan Inovasimu

Dengan semakin maraknya para pebisnis dan ketatnya persaingan di dunia bisnis kuliner ini, Anda harus pandai mensiasati hal ini. Berikan inovasi meliputi rasa, tampilan atau bentuk, dan kreasi dalam pembuatan dan cara penyajiannya (khas/unik). Dan jangan lupa inovasi harus disesuai dengan target pasar ya. Contohnya, jika target adalah anak sekolah, Anda harus membuat makanan dengan rasa dan tampilan yang menarik. Anda juga bisa membuat kemasan produk kuliner anda seunik mungkin, lalu bumbui dengan pelayanan yang ramah bisa dipastikan usaha bisnis kuliner anda akan laris manis. Mengapa menjadi penting?  Agar konsumen tidak bosan untuk mengkonsumsi produk kuliner Anda.

  1. Buat Strategi Pemasaran

Strategi pemasaran merupakan peranan yang paling penting. Bagi anda yang memiliki modal yang cukup besar, anda dapat membuka cabang atau outlet sekaligus. Anda juga dapat mempromosikannya melalui media sosial, dan jalin kerjasama dengan layanan pesan antar oline seperti Go-Food. Apabila dana terbatas cukup fokus pengembangan dan inovasi pada outlet yang Anda miliki. Perhatikan pula lokasi usaha anda, pastikan outlet yang anda miliki cukup strategis untuk dikunjungi calon pembeli.

  1. Sabar di Awal Usaha

Usaha dibidang kuliner ini akan membutuhkan waktu pengenalan yang agak lama kepada konsumen terlebih untuk Anda yang baru membuka bisnis. Jangan heran apabila di awal usaha akan sepi oleh pengunjung, itu dapat dijadikan bahan evaluasi. Namun untuk selanjutnya jangan ragu, jika menu masakan Anda cocok di lidah konsumen, maka akan sangat mudah tersiar kabar kepada konsumen lain.

Beberapa langkah tadi akan menghindarkan usaha Anda dari kebangkrutan pada tahap pertama. Soalnya, tahap inilah yang paling penting. Sekali masakan Anda dinilai tidak memenuhi selera maka biscaya para calon pelanggan Anda bakal mengucap selamat tinggal setelah kunjungan pertama.

Tetapi ingat, kualitas pelayanan adalah daya tarik lain yang harus Anda jalankan. Seenak apapun masakan racikan Anda tetapi tidak diiringi layanan yang prima, sulit bagi Anda membuat orang bakal datang lagi ke warung makan Anda. (farah/aryadjihs/berdesa)

Foto: www.tribunnews.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan disebarkan.Kolom yang ditandai wajib diisi *

Anda dapat menggunakan HTML tag dan atribut: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

*