Agar Peraturan Desa Tentang BUMDesa Memikat Hati Anak Muda

0
594

BERDESA.COM – Meski sudah dipersenjatai Undang undang hingga Peraturan Desa tentang BUMDesa hingga dikucuri modal uang dari berbagai anggaran, banyak desa masih kesulitan mendapatkan tenaga kerja handal untuk mengelola BUMDesa, terutama anak muda. Sebagian anak muda masih menganggap BUMDesa belum memiliki pesona bagi mereka.

Kenapa anak muda belum tertarik BUMDesa? Pertama, karena BUMDesa adalah wacana baru sehingga sebagian warga belum memahami potensi BUMDesa sebagai sebuah lembaga usaha yang sesungguhnya memiliki kekuatan besar mengelola potensi usaha di desanya. Kedua, karena selama ini segala urusan dengan pemerintahan desa lebih banyak menyentuh urusan administrasi dan birokrasi, sama sekali tidak berkait dengan usaha yang berbau komersil dan menghasilkan uang. Ini membuat mereka belum yakin BUMDesa bakal bisa menjadi tempat meniti karir yang cemerlang.

Ketiga, anak-anak muda belum sepenuhnya sadar bahwa bekerja dan membesarkan BUMDesa berarti juga membangun desa dan mensejahterakan warga desanya sendiri. Mereka masih berpikir bahwa bekerja identik dengan kantor yang megah, penampilan modern dan gaji besar. Maka bekerja di desanya sendiri belum menjadi magnit untuk mereka karena belum menjanjikan gengsi yang hebat bagi diri mereka. Akibatnya, meski peraturan desa tentang BUMDesa sudah diumumkan seantero desa, anak-anak muda belum melihatnya sebagai sebuah pilihan yang menarik.

Baca Juga  Tantangan dan Peluang Membangun BUMDesa Bersama

Situasi ini mengakibatkan BUMDesa kesulitan mendapatkan SDM yang memiliki kapasitas unggul mengelola lembaganya. Masalahnya, SDM-SDM yang unggul sesungguhnya adalah anak-anak muda desa yang kini sebagian sudah mengenyam pendidikan tinggi sehingga sudah memiliki kualifikasi dari sisi pendidikan.

Inilah salahsatu yang menyebabkan sebagian besar desa terhambat membangun struktur. Mereka mengalami kesulitan mendapatkan SDM berkualitas di desanya. Karenanya BUMDesa butuh pendekatan unik untuk bisa mendapatkan SDM berkapasitas di desanya. Perangkat desa harus mampu menyadarkan besarnya potensi BUMDesa. Anak-anak muda yang juga harus diajak mulai berpikir membangun desanya karena itu bakal menciptakan sejarah besar bagi desanya.

Untuk itu sosialisasi mengenai BUMDesa harus dilakukan dalam ruang-ruang yang lebih terbuka dan menjadi diskusi publik warga desa karena seluruh warga desa sesungguhnya memiliki akses partisipasi yang sama dalam langkah pengembangan BUMDesa. Dengan cara ini rasa memiliki bakal tumbuh pada kesadaran warga sebagai pemilik sekaligus subyek BUMDesa.

Diskusi publik juga bakal melahirkan banyak usulan dari warga mengenai bentu-bentuk usaha yang mereka ingin ada di desanya. Berbagai usulan ini bisa menjadi bahan pertimbangan bagi pemerintah desa yang sedang dalam proses mendirikan BUMDesa atau para pengurus BUMDesa jika lembaga sudah terbentuk untuk dijadikan bahan memutuskan unit usaha yang bakal mereka kembangkan. Maka, BUMDesa bakal mendapatkan daya dukung yang kuat dari seluruh warganya. Jika itu terjadi, maka proses pendirian dan pengembangan BUMDesa bakal tumbuh dari bawah karena menyertakan pastisipasi warga sejak perumusan konsepsi hingga rekruitmen struktur.(aryadji/berdesa)

Baca Juga  Beberapa Tantangan Desa Menggunakan Dana Desa

Foto: www.merdeka.com

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here