Ada 30 Desa di Nias Yang Masih Masuk Kategori Desa Terisolir

0
719

Terdapat 30 desa yang berada di Kabupaten Nias, Sumatera Utara yang hingga kini masih masuk dalam kategori desa terisolir. Hal itu disampaikan oleh Bupati Nias, Sokhiatulo Laoli pada hari Sabtu lalu, terkait dengan penyelenggaraan musyawarah rencana pembangunan penyusunan rencana kerja Pemda Kabupaten Nias untuk periode tahun 2020. Faktor yang menyebabkan desa-desa tersebut masuk kategori desa terisolir adalah akses dari dan menuju desa-desa tersebut masih belum dapat dijangkau oleh kendaraan roda empat. Karena kondisi tersebut, Pemkab Nias akan melakukan peningkatan infrastruktur di desa-desa tersebut, peningkatan itu sendiri dimasukkan ke dalam target Rencana Kerja Pemerintah Daerah atau RKPD tahun 2020.

Bupati Nias mengakui bahwa Musrenbang penyusunan rancangan RKPD Kabupaten Nias 2020 ini merupakan salah satu tahap penting dalam menyusun rancanan RKPD, Musrenbang sendiri akan memberikan kesempatan kepada pemangku kepentingan di Kabupaten Nias, untuk dapat memberikan masukan ataupun usulan kegiatan yang dianggap mampu untuk mengatasi berbagai permasalahan pembangunan yang ada di Kabupaten Nias, termasuk masalah desa-desa terisolir tersebut. Sehingga dengan adanya masukan dari para pemangku kepentingan tersebut, akan membantu menghasilkan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kabupaten Nias tahun 2020 makin berkualitas dan tepat sasaran, sehingga memberikan dampak yang positif bagi pembangunan diseluruh kawasan di Kabupaten Nias.

Baca Juga  Desa Kuno Kerajaan Majapahit Dibawah Jalan Tol di Jawa Timur

Adapun beberapa masukan atau kesepakatan telah disampaikan dan dihasilkan dalam forum perangkat daerah atau lintas perangkat daerah pada masing-masing bidang pembangunan, demikian yang disampaikan oleh Bupati Nias. Selain itu juga Bupati Nias menginformasikan bahwa, bidang lainnya diluar infrastruktur akan menjadi perhatian dari Pemkab Nias, meliputi bidang pendidkan, bidang kesehatan, bidang ekonomi, bidang pemerintah dan aparatur, hingga penanggulangan kemiskinan. Kepala Bappeda, Bapak Nias Edwin Hulu sendiri sebelumnya sudah menjelaskan bahwa Musrenbang diadakan untuk memperoleh saran ataupun masukan, dan juga untuk penyempurnaan untuk tahap selanjutnya sehingga dapat menghimpun masukan dan aspirasi dari pemangku kepentingan di Kabupaten Nias, sehingga didapat masukan yang tepat sasaran di sektor-sektor yang memang perlu menjadi prioritas di tahun 2020.

Kondisi desa-desa yang masuk kategori terisolir perlu mendapat perhatian baik dari pemerintah pusat maupun pemerintah daerah setempat, hal ini agar ada percepatan pembangunan di desa-desa tersebut, sebagaiman digaungkan pemerintah tahun 2019 ini melalui program dana desanya. Sebuah infrastruktur yang baik sebagai akses dari dan menuju desa tersebut, merupakan hal yang dasar dan vital yang dibutuhkan desa terisolir tersebut, agar pembangunan pada sektor lainnya dapat berjalan dengan lancar dan maksimal. Dengan adanya pembangunan di desa tersebut, potensi-potensi desa terisolir dapat terangkat dan selanjutnya dapat meningkatkan kesejahteraaan masyarakat di desa-desa terisolir tersebut.

Baca Juga  Jadi Percontohan Desa Maju, Seperti Inilah Keberhasilan BUMDes Sukamanah

Akses jalan sendiri bisa membantu mengurangi biaya produksi untuk melaksanakan pembangunan di desa tersebut, dan pada akhirnya dapat memudahkan masyarakat setempat untuk meningkatkan perekonomian di desanya. Bagi desa terisolir yang dapat menjadi desa wisata, akses jalan merupakan salah satu faktor yang penting dalam meningkatkan jumlah pengunjung, selain itu bagi perindustrian desa sendiri akses jalan sangat penting sekali dalam menunjang kegiatan industrinya, seperti untuk pengiriman hasil industri ke daerah-daerah perkotaan. Pada akhirnya pembangunan di desa-desa terisolir memang bukan pekerjaan yang mudah, ada banyak tahapan yang harus ditempuh, namun perlu segera dilaksanakan agar dapat membantu roda perekonomian di desa-desa tersebut.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here