7 Startup Agribisnis Yang Ada Di Indonesia

0
585
7 Startup Agribisnis Yang Ada Di Indonesia

Indonesia merupakan negara yang unggul dalam bidang pertanian. Namun kesejahteraan petani masih banyak yang belum mumpuni. Beberapa dari mereka masih kesulitan menjual komoditi panen atau laba yang kurang menguntungkan akibat permainan tengkulak. Untuk mengatasi hal tersebut dibuatlah beberapa startup agribisnis untuk membantu meningkatkan kesejahteraan petani. Berikut 7 startup agribisnis yang ada di Indonesia.

1. iGrow

Salah satu startup agribisnis iGrow ini mencoba menjembatani tiga elemen dalam bisnis pertanian yaitu modal, pasar, dan kemampuan budidaya. Didirikan tahun 2014, iGrow menghubungkan investor dengan petani sekaligus pemilik lahan dan pembeli komoditas pertanian. Dalam hal ini investor tidak hanya menaruh modal saja, namun juga dapat melihat perkembangan tanaman yang didanai.

IGrow tidak menentukan besarnya modal yang diinvestasikan, karena hanya tergantung pada apa yang ingin diberikan oleh investor. Misalnya biaya sewa tanah jangka panjang, biaya bibit, atau biaya pemeliharaan seperti pupuk, obat-obatan dan lain-lain.

2. Eragano

Eragano merupakan perusahaan agritech yang tujuan utamanya adalah melakukan modernisasi pada industri pertanian. Didirikan tahun 2015 telah berhasil memasok hasil panen para petani ke beberapa hotel seperti hotel Armanjiwo dan hotel Aston. Sampai sekarang Eragano telah bergabung dengan 38 petani daerah Pangalengan dan Lembang untuk menggarap lahan 1 hektar.

Baca Juga  Berikut Perbedaan Peer-to-peer Lending dan Crowdfunding yang Harus Diketahui

Komoditas yang difokuskan petani yang bekerja sama dengan Eragano ini adalah kentang, cabai, bawang merah, tomat dan kubis. Kini Eragano juga memberikan kemudahan akses komunikasi untuk para petani dengan mengembangkan aplikasi yang diakses melalui android. Aplikasi tersebut digunakan untuk membantu masalah petani misalnya pinjaman dana, membeli kebutuhan bertani dan lainnya.

3. Petani

PETANI merupakan salah satu startup agribisnis berupa sebuah aplikasi android buatan 8Villages. Aplikasi ini berguna untuk memudahkan pertukaran komunikasi dan informasi antara pakar pertanian dengan petani. Misalkan petani dapat bertanya tentang masalah seputar pertumbuhan tanaman dan lain-lain.

Para petani bisa mengirimkan foto tanaman mereka yang nantinya akan dijawab oleh para pakar pertanian yang terhubung dalam satu forum di aplikasi tersebut. Para petani juga dapat mempergunakan media sms guna mencari informasi jika dalam forum belum bisa mendapat kejelasan oleh para pakar.

4. Tanihub

TANIHUB merupakan aplikasi yang dibuat bertujuan untuk memotong jalur distribusi sehingga petani dapat langsung menjual hasil panen langsung ke konsumen. Menggunakan teknik sms, petani yang bekerjasama dengan TANIHUB dapat menawarkan hasil panen pada pembeli. Intinya TANIHUB menjadi e-commers yang mempertemukan komoditas petani degan para pembeli.

Baca Juga  Berinvestasi Di Akseleran Equity Crowfunding

Produk yang bisa ditawarkan melalui TANIHUB ini beraneka ragam. Bisa buah-buahan, sayuran, bahkan hasil peternakan.Hingga kini TANIHUB telah bermitra dengan beberapa pasar swalayan, dan restoran yang banyak tersebar di Indonesia.

5. Pandawa Putra

Awalnya PANDAWA PUTRA yang berdiri sejak 2012 ini hanya berfokus pada budidaya nilam di Bogor dan padi beras merah di Banyuwangi. Namun mereka melakukan pengembangan dengan membuat sebuah herbisida yang diklaim lebih efektif dan efisien menekan biaya dalam memberantas hama. Penemuan ini diberi nama Adjuvant Herbisida.

Hingga kini PANDAWA PUTRA makin berkembang. Mereka tidak hanya berfokus pada produksi benih padi namun juga membuat sarana produksi pertanian. PANDAWA PUTRA juga telah menangani jutaan hektar perkebunan sawit di Sumatera dan persawahan di Jawa.

6. Limakilo

LIMAKILO adalah startup agribisis yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo dan masuk salah satu dari 5 startup pertanian dalam program Sinergi Aksi untuk Ekonomi Rakyat. Mirip dengan TANIHUB, LIMAKILO bertujuan agar peran tengkulak dapat dihilangkan dalam siklus distribusi pangan. Dengan begini petani bisa langsung menjual komoditi pertanian langsung ke konsumen.

Baca Juga  Kelebihan Dan Kekurangan Crowdfunding Dalam Dunia Permodalan

LIMAKILO berfokus pada komoditi bawang merah. Melalui LIMAKILO ini, diharap akan membantu petani bawang merah dalam hal skema pembayaran yang lebih adil dan transparan. Hingga kini LIMAKILO telah bermitra dengan lebih dari 15 petani lokal seperti dari Brebes, Cirebon, Bandung, dan Yogyakarta.

7. Pantau Harga

Pantau Harga ini merupakan startup agribisnis yang diluncurkan pada tahun 2015. Startup ini menyajikan data informasi harga komoditas pertanian secara mendetail. Bahkan informasi harga bisa diketahui sesuai lokasi terdekat. Selain komoditas pertanian, aplikasi ini bisa digunakan untuk memantau harga daging.

Para petani dapat mendaftarkan harga komoditasnya melalui aplikasi ini dengan terlebih dahulu mendaftarkannya. Dengan begini transaksi jual beli antara penjual dan pembeli bisa lebih transparan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here