15 Ribu Desa Tinggalkan Status Tertinggal Tahun Ini

0
924

BERDESA.COM – Kementerian Desa menargetkan dari 30 ribu desa yang tertinggal akan terentaskan 15 ribu di antaranya pada tahun ini. Saat ini data mengenai 15 ribu desa itu sedang dikumpulkan dalam survey yang dlakukan Badan Pusat Statistik (BPS).

Data pasti mengenai berapa banyak desa yang telah terangkat dari situasi sangat tertinggal akan bisa terlihat setelah BPS melakukan sensus pada Mei-Juni. Ini adalah sensus yang digelar 3 kali dalam sepuluh tahun oleh BPS untuk melihat pertumbuhan yang terjadi di desa-desa seluruh Indonesia. Maka sensus ini akan menjadi sangat penting karena akan mengukur tingkat keberhasilan dana desa dalam mendorong ekonomi pedesaan di Indonesia.

Data dari Kementerian Desa menyebutkan, sebenarnya target pengentasan desa tertinggal hanya pada angka 5000 desa tahun ini. Tetapi ternyata, hasil penelitian sementara yang dilakukan UGM dan IPB, sudah lebih dari 10 ribu desa terentaskan. Tetapi angka 10 ribu juga belum menggambarkan keseluruhan desa di Indonesia karena penelitian yang dilakukan UGM dan IPB hanya meliputi sebagian wilayah Indonesia saja.

Baca Juga  Kenapa Membangun Desa Tangguh Bencana Itu Penting?

Fakta ini membuktikan dana desa mampu mendorong percepatan desa mengentaskan ekonominya. Dana desa juga membuktikan telah membangun banyak fasilitas untuk desa memacu perkembangan ekonominya. Tahun ini dana desa juga memperlihatkan pembangunan infrastruktur di desa mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah Indonesia.

Program Dana Desa juga telah diakui dunia sebagai program yang mampu memerangi kemiskinan di wilayah pedesaan. Banyak negara yang tertarik mengembangkan sistem pembangunan pedesaan melalui program dana desa sebagaimana dilakukan Indonesia. Hal itu terlihat dalam pertemuan internasional dengan tema ‘Rural Inequalities: Evaluating approaches to Overcome Disparities’ yang digelar International Fund for Agricultural Development (IFAD) di Roma, Italia. Dalam pertemuan itu Menteri Desa Eko Putro Sandjojo di dapuk sebagai pembicara utama dan Program Dana Desa menjadi topic utama yang dibahas pertemuan yang dihadiri banyak negara itu.

Program Dana Desa dianggap bisa menjadi salahsatu cara yang efektif bagi negara mengentaskan kemiskinan di daerah pedesaan. Program ini juga terbukti mampu mewujudkan berbagai proyek infrastruktur sesuai kebutuhan warga lokal karena dirumuskan dan dijalankan oleh struktur desa sebagai penanggungjawabnya. Realitas ini menciptakan perbedaan yang sangat mencolok dengan pola pembangunan sebelum Program Dana Desa digulirkan.

Baca Juga  Beberapa Tantangan Desa Menggunakan Dana Desa

Selama bertahun-tahun, sebelum Program Dana Desa bergulir, desa dianggap hanya obyek dari pembanguna sehingga hanya mendapat porsi sangat sedikit dari kue pembangunan. Pembangunan lebih memusat ke wilayah perkotaan sehingga pertumbuhan ekonomi di desa menjadi sangat lambat. Akibatnya, desa menjadi kantung kemiskinan dan para pemuda desa memilih pergi ke kota untuk mencari pekerjaan.

Tetapi situasi berubah sejak 2014 lalu. Tahun itu negara megesahkan UU Desa No 6 Tahun 2014 tentang Desa yang menempatkan desa sebagai pemilik wewenang tertinggi dalam menentukan  keputusan mengenai pembangunan untuk mensejahterakan warganya.(adji/berdesa)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here