102 Kabupaten Sudah Siap Kembangkan Prukades

0
455

BERDESA.COM – Program Produk Unggulan Kawasan Perdesaan (Prukades) yang gencar dikampanyekan Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, mulai membuahkan langkah. Sebanyak 102 kabupaten menyatakan telah siap melaksanakan Prukades. Bahkan, program itu telah menarik perhatian lebih dari 40-an dunia usaha dan delapan bank sekaligus.

Sebanyak 102 kabupaten itu beberapa waktu lalu telah menandatangani Nota Kesepemahaman (MoU) dengan Kemendes, Pemda dan mitra usaha. Itu artinya kabupaten-kabupaten itu telah berhasil merumuskan pilihan sebuah produk yang akan mereka kembangkan bersama desa-desa yang lain dan membentuk skala produksi yang besar.

Prukades adalah salahsatu program yang getol dikampanyekan  Kemendesa untuk menciptakan produk unggulan kawasan perdesaan. Bentuknya, desa-desa bersatu dan sepakat untuk fokus pada produk tertentu yang menjadi adalan wilayah tersebut berdasar potensi sumbr daya alam yang ada. Dengan cara keroyokan seperti itu maka komoditas akan memiliki kekuatan daya saing dan lebih mudah masuk ke jaringan industry karena memiliki volume besar.

Sebab, salahsatu kelemahan desa adalah keterbatasan kapasitas produksi dan kemampuan mengelola sumber daya alam yang dimilikinya. Akibatnya, desa-desa yang memilikipotensi produk yang bagus tak mampu bersaing karena volume produksinya terlampau kecil untuk bisa masuk ke jaringan industry. Masalah inilah yang dipecahkan Prukades yakni serombongan desa yang memiliki sumber daya alam yang sama di suatu wilayah sepakat membangun jaringan produksi dan pemasaran bersama sehingga menciptakan volume besar dan layak bersaing dengan produk dari daerah lain ketika masuk ke skala industry.

Baca Juga  Minimal 20 Persen Dana Desa untuk Bayar Upah

Data Berdesa.com menyebut, salahsatu proyek Prukades mulai dijalankan di Sumba Timur. Di daerah ini hamparan lahan tandus yang selama ini tidak produktif, disulap menjadi kebun tebu dan sisal melalui program Prukades. Pemerintah lokal bekerjasama dengan dengan perusahaan swasta untuk menyulap lahan itu menjadi kebun tebu yang produktif . Informasi dari Kemendesa mengungkap, investasi pada proyek ini mencapai Rp. 4 triliun.

Program memanfaatkan lahan tandus jadi kebun tebu bukan hanya membuat lahan yang tadinya tidak produktif  menjadi produktif melainkan juga menghailkan income bagi warga dan desa di sekitar lokasi. Hasilnya, warga bisa setempat bisa mendapatkan income Rp. 85 juta per tahun. Ii adalah langkah yang sangat produktif mengingat bertahun-tahun sebelumnya, tanah itu hanya terhampar tanpa menciptakan hasil bagi warga.

Prukades bukan hanya akan melibatkan sejumlah desa dalam membuat kesepakatan menciptakan lokus bisnsi melainkan juga harus melibatkan berbagai stakeholder yang ada. Seperti proses penandatanganan MoU yang berlangsung beberapa saat lalu, selain para kepala desa, kesepakatan juga melibatkan pemeritah kabupaten dan pihak-pihak pendukung ekonomi lainnya seperti perbankan. Apakah daerah lain sudah memulai langkah yang sama? (adji/berdesa)

Baca Juga  Enam Rahasia Memulai Usaha Baru Bagi UKM

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here